5

Detoksifikasi Bisa Juga Dilakukan Dengan Cara Berpusa

Kesehatan

Sudah kita ketahui, bila bulan ramadhan adalah bulan dimana umat muslim menjalankan puasa. Namun tahukah anda bahwa berpuasa dapat menjaga kesehatan tubuh. Itu karena tubuh mendapatkan kesempatan beristirahat.
Terutama pada system pencernaan. cara cepat menurunkan berat badan

Penyakit yang disebabkan pola makan tak teratur dapat dihindari dengan puasa. Makan banyak belumlah tentu mendapatkan gizi yang baik. Justru bila kita berlebih-lebihan dalam makan resiko kegemukan lebih besar. Karena overnutrisi dapat menyebabkan penyakit degenerative. Misalnya diabetes, jantung koroner dan penyakit parah yang lain. Hal ini disampaikan oleh Dosen Ilmu Gizi Poltekes Manado, Vera Harikedua SST MPH.

Ternyata puasa juga sangat baik bagi kesehatan jasmani. Dengan berpuasa tentu dapat menjadikan alat cerna kita beristirahat. Sehingga membuat tubuh terbebas dari racun yang mampu merusak jaringan tubuh. karena ketika kita berpuasa bakteri, virus, dan sel kanker yang terdapat dalam makanan tidak dapat masuk ke dalam tubuh kita. Begitu penjelasan dari wanita yang pernah menjabat kepala instalasi gizi di rumah sakit di Sangihe itu.
Tambahnya, puasa juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih serta memperkuat sistem imun tubuh. Sehingga daya tahan tubuh terlindungi. Karena sel darah putih adalah system pertahan utama dalam pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Namun sel darah putih mungkin belum begitu terlihat ketika kita berpusa selama satu minggu. Tetapi sel darah putih akan berkembang pesat setelah hari ketujuh.

Sedangkan menurut alumnus Gizi Klinik UGM, berpuasa dapat memperbaiki fungsi hormon yang berguna untuk proses fisiologi dan biokimia tubuh.kelenjar endokrin dan hipofisis adalah kelenjar yang mampu mengeluarkan hormone sebagai reaksi tubuh terhadap pengaruh buruk lingkungan. Kesehatan tubuh akan terganggu bila kita kekurangan atau kekurangan hormone tertentu. Misalnya saja ketika kita sedang stress. Biasanya pada saat itu kita kurang nafsu makan. Sebenarnya ini diebabkan oleh terganggunya hormone insulin dan adrenalin yang bertugas segbagai pengatur waktu lapar. Bahayanya bila kita kekurangan hormone insulin ini, dapat menyebabkan penyakit diabetes. Sedangkan bila kelebihan hormon ini, maka dapat menyebabkan hiperglikema.
Puasa juga dapat memperbaiki sel sehingga dapat membuat organ tubuh rileks. Itu karena sel tubuh diremajakan kembali. Karena puasa dapat merangsang jaringan dan jaringan seluruh sel.
Efek dari rasangan ini menyebabkan fungsi organ bekerja sesuai fungsi fisiologisnya dan membuat panca indra menjadi lebih tajam.
Selain puasa, sahur juga berperan penting dalam proses kinerja organ tubuh. Karena pada saat sahurlah tubuh mendapatkan asupan nutrisi. Tentu yang harus diperhatikan adalah makanan yang harus kita makan pada saat kita sahur harus yang bergizi.

Sebaiknya makan sahur yang kita makan harus memenuhi 6 unsur yang dibutuhkan tubuh. Diantaranya harus memenuhi kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, air, dan vitamin.

Unsur inilah yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Agar pada saat berpuasa kita tidak mengalami kekurangan energy yang dapat menyebabkan kita lemas, lelah, letih dan lesu. Karena makanan yang kadar gizinya seimbang juga juga dapat mempengaruhi susunan saraf pusat, dan tentunya kondisi biokimia tubuh. Makanan yang dimaksut seimbang yaitu makanan yang tidak berlebihan dan tidak pula kekurangan, namun sesuai dengan kondisi gerak tubuh serta memenuhi kualitas dan kuantitas. Artinya bahwa makanan itu hrus benar-benar baik untuk kita konsumsi.
Sering kita jumpai banyak oranmg mengeluhkan lemas, lesu, bahkan merasa staminanya turun. Hal ini mungkin sebenarnya disebabkan karena pada saat sahur asupan nutrisinya kurang memenuhi syarat. Apabila anda mengalami hal itu saat menjalankan puasa, maka bisa mencari obat sederhana yang ada disekitar kita. Misalnya dengan memanfaatkan madu, kencur, jahe, atau temu lawak. Semua itu bisa digunkan untuk mengatasi stamina menurun bahkan perut kembung atau gangguan lambung selama berpuasa. Demikian pesan yang disampaikan oleh Dr Vera tersebut.

Leave a Reply